Sabtu, 05 Desember 2015

Selamat merayakan ketidakmungkinan di antara kita

Diposting oleh Nizza al husna di 06.18
kali ini sudah gelas kedua aku meneguk kopi hitamku 




Aku tidak mau
kalau disuruh percaya kebetulan
karena kuyakin
mengenalmu adalah sebuah keajaiban

Tiba-tiba
Pesan singkat darimu
menjadi penting bagiku
teleponmu menjadi candu
yang menghasilkan rindu
Namun sekarang semua ini telah berubah menjadi semu
Terima kasih pernah hadir dalam hidupku
Terima kasih pernah hadir untuk memperjuangkanku

Mungkin selama ini kau belum tahu
Usaha yang kulakukan untuk memperjuangkanmu
Lalu yang kau tahu, aku adalah orang melakukan banyak hal tanpa dasar cinta
Aku mulai kecanduan kamu
Namun kamu mengabaikanku, sehingga
Tak mengizinkan dirimu menjadi Obat penenangku.

Aku memang menyayangimu.
Tapi aku tak memaksa untuk kau bisa menyayangiku.
Aku memberimu perhatian lebih.
Tapi aku tak menuntutmu untuk memperhatikan aku juga.
Aku tau ini menyiksa. Tapi bukankah cinta diberi tanpa diminta?

Seandainya kamu tau
Melepaskan yang hampir tergenggam bukanlah hal yg mudah.
Semesta mengizinkan kita untuk saling melepaskan.
Bukan saling menggenggam.
Kita sedang dibentuk jadi lebih kuat karena keadaan. Berjanji untuk saling mendoakan ya ?


Oh ya, aku masih punya satu keinginan khusus yang tersisa diantara ribuan keinginan yang ada pada list wacana kita. Keinginanku sederhana, bisa memelukmu begitu erat, di bawah langit Malang, bisa naik bianglala di alun-alun sembari menikmati indahnya lampu-lampu Malang.
Tentunya masih dengan sosokmu yang dulu.
Senyum mu yang khas dengan gigi ala-ala kelincimu.
Dan ketika kita berjalan, tanganku tak luput dari genggaman erat tanganmu.




Selamat merayakan ketidakmungkinan di antara kita.

0 komentar:

Sabtu, 05 Desember 2015

Selamat merayakan ketidakmungkinan di antara kita

Diposting oleh Nizza al husna di 06.18
kali ini sudah gelas kedua aku meneguk kopi hitamku 




Aku tidak mau
kalau disuruh percaya kebetulan
karena kuyakin
mengenalmu adalah sebuah keajaiban

Tiba-tiba
Pesan singkat darimu
menjadi penting bagiku
teleponmu menjadi candu
yang menghasilkan rindu
Namun sekarang semua ini telah berubah menjadi semu
Terima kasih pernah hadir dalam hidupku
Terima kasih pernah hadir untuk memperjuangkanku

Mungkin selama ini kau belum tahu
Usaha yang kulakukan untuk memperjuangkanmu
Lalu yang kau tahu, aku adalah orang melakukan banyak hal tanpa dasar cinta
Aku mulai kecanduan kamu
Namun kamu mengabaikanku, sehingga
Tak mengizinkan dirimu menjadi Obat penenangku.

Aku memang menyayangimu.
Tapi aku tak memaksa untuk kau bisa menyayangiku.
Aku memberimu perhatian lebih.
Tapi aku tak menuntutmu untuk memperhatikan aku juga.
Aku tau ini menyiksa. Tapi bukankah cinta diberi tanpa diminta?

Seandainya kamu tau
Melepaskan yang hampir tergenggam bukanlah hal yg mudah.
Semesta mengizinkan kita untuk saling melepaskan.
Bukan saling menggenggam.
Kita sedang dibentuk jadi lebih kuat karena keadaan. Berjanji untuk saling mendoakan ya ?


Oh ya, aku masih punya satu keinginan khusus yang tersisa diantara ribuan keinginan yang ada pada list wacana kita. Keinginanku sederhana, bisa memelukmu begitu erat, di bawah langit Malang, bisa naik bianglala di alun-alun sembari menikmati indahnya lampu-lampu Malang.
Tentunya masih dengan sosokmu yang dulu.
Senyum mu yang khas dengan gigi ala-ala kelincimu.
Dan ketika kita berjalan, tanganku tak luput dari genggaman erat tanganmu.




Selamat merayakan ketidakmungkinan di antara kita.

0 komentar on "Selamat merayakan ketidakmungkinan di antara kita"

 

Nizza Al Husna Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea