Selasa, 22 Desember 2015

Hujan dan Bintang

Diposting oleh Nizza al husna di 07.58

Seperti biasa, malam ini  aku termenung di kamar ku sambil memandangi hujan dari jendela. Kebiasaan ini sudah berlangsung  setiap malam sejak sepuluh hari yang lalu. Belakangan ini memang musim hujan. Tidak ada kehangatan disini. Pikiranku kosong. Mungkin langit tau apa yang sedang kurasakan saat ini.  Aku penikmat hujan dan kau penggemar para bintang. Seharusnya dulu aku sadar bahwa hujan dan bintang takkan mungkin hadir bersamaan.

Derasnya hujan berubah menjadi rintik-rintik. Dalam dinginnya malam seperti ini, aku berharap kau disana baik-baik saja. Tetap memakai jaket anti hujan mu yang katamu sangat ampuh melindungimu dari air hujan. Apa kamu ingat sebulan yang lalu? Saat kamu kebasahan walau tetap menggunakan jaket pelindungmu itu.  Kamu kedinginan menggigil. Aku berusaha mencoba menghangatkanmu. Aku tak mau kau kedinginan sehingga menghambat perjalanan kita. Tapi kau menunjukkan kalau kau begitu kuat menahan dingin. Aku sangat suka melihatmu seperti itu.

Tepat sebulan yang lalu, kita masih tertawa, saling bercanda.  Meskipun jokes kita berbeda. Aku suka caramu bercerita banyak hal. Aku suka caramu tersenyum melihatku. Kau tau mengapa aku terkadang diam memandangimu? Because I love ur calm-face . I love ur rabbit-tooth,  I love ur curly-hair, I love ur small-hand, I love ur small-foot and I love your laugh when you look my laugh. Aku bahagia. Ya, aku sangat bahagia. Kamu selalu menjagaku, melindungiku dengan semua perlakuan romantismu. Mungkin bagi orang lain itu sangat biasa. Tapi bagiku itu sangat romantis. Kamu juga selalu bilang bahwa kamu bukan tipe yang romantis. Apakah kamu tau semua hal-hal kecil yang kau lakukan untukku itu sangat manis? Hal-hal kecil saja manis, apalagi hal-hal yang lebih dari itu. Kamu memperlakukanku seperti seorang putri. And, i just wanna say, I miss you so much. I miss the day we spent together. I miss the time when you just wanted to spent every second of ur life with me.

Akhirnya, aku sampai di tahap ini. Posisi yang sebenarnya tak pernah kubayangkan. Aku terhempas begitu jauh dan jatuh terlalu dalam. Semua karena kesalahanku. Kesalahanku yang terlampau jauh untuk menyadari kehadiranmu. Lalu, aku mencoba semampuku untuk mengejarmu. Namun kau berlari semakin cepat menjauh dariku . Aku terus mengejarmu. Mencoba sekuat tenaga mempertahankanmu. Kukira langkahku sudah benar. Aku salah, menyerah adalah jawaban yang kupilih; meskipun sebenarnya aku masih ingin memperjuangkan kamu.

Aku terpaksa berhenti karena tugasku untuk mencintaimu kini telah berganti. Hari-hariku yang tiba-tiba kosong dan berbeda ternyata cukup membawa rasa tertekan. Mungkin, ini berlebihan. Tentu saja kau pikir ini sangat berlebihan karena kamu tak ada dalam posisiku, kamu tak merasakan sesaknya jadi aku. Kamu seakan-akan lupa dengan apa yang sudah terjadi diantara kita.

Jika aku punya kemampuan membaca matamu dan mengerti isi otakmu, mungkin aku tak akan mempertahankan kamu sejauh ini. Aku masih belum mengerti. Mengapa semua berakhir sesakit ini? Aku sudah berusaha semampuku, menjunjung tinggi kamu sebisaku, tapi di mana perasaanmu? Tatapanmu dingin, sikapmu dingin. Aku terkatung-katung sendirian. Meminum asam dan garam.

Semua berlalu dan semua cerita harus punya akhir. Ini bukan akhir yang kupilih. Seandainya aku bisa memilih cerita akhir, aku hanya ingin mendekapmu, sehingga kautahu; di sini aku selalu bergetar ketika mendoakanmu. Aku selalu mendoakan kebahagiaanmu. Tak peduli apakah kau disana teringat padaku atau tidak. Kebahagiaanku disini adalah melihat kau bahagia. Meskipun bukan denganku.


People change. Memories don't. 

Entah mengapa terkadang waktu yang singkat dapat menyisakan rasa yang begitu kuat. Percayalah bahwa pertemuan kita tidak sia-sia. Aku banyak belajar darimu dan aku berharap kau juga mengambil pelajaran dari pertemuan singkat ini. I’m so sorry for my mistakes. Terima kasih untuk semua memori yang kau berikan. Aku percaya jika kita memang ditakdirkan untuk bersama akan selalu ada cara untuk kita dipertemukan kembali. Baik-baik ya :)

Just because we dont talk anymore, doesnt mean that I’ve forgotten about you. It doesnt mean that I no longer care. Truth is, I still do. I do my best to check up on you, to see how you’re doing. To see if you’re okay, but everytime i get the urge to talk to you, it suddenly hits me that, we strangers, you dont want me in ur life, hence the reason why i’m no longer a part of you. But eventhough everything’s changed, i just want you to know that, i’m still here.

0 komentar:

Selasa, 22 Desember 2015

Hujan dan Bintang

Diposting oleh Nizza al husna di 07.58

Seperti biasa, malam ini  aku termenung di kamar ku sambil memandangi hujan dari jendela. Kebiasaan ini sudah berlangsung  setiap malam sejak sepuluh hari yang lalu. Belakangan ini memang musim hujan. Tidak ada kehangatan disini. Pikiranku kosong. Mungkin langit tau apa yang sedang kurasakan saat ini.  Aku penikmat hujan dan kau penggemar para bintang. Seharusnya dulu aku sadar bahwa hujan dan bintang takkan mungkin hadir bersamaan.

Derasnya hujan berubah menjadi rintik-rintik. Dalam dinginnya malam seperti ini, aku berharap kau disana baik-baik saja. Tetap memakai jaket anti hujan mu yang katamu sangat ampuh melindungimu dari air hujan. Apa kamu ingat sebulan yang lalu? Saat kamu kebasahan walau tetap menggunakan jaket pelindungmu itu.  Kamu kedinginan menggigil. Aku berusaha mencoba menghangatkanmu. Aku tak mau kau kedinginan sehingga menghambat perjalanan kita. Tapi kau menunjukkan kalau kau begitu kuat menahan dingin. Aku sangat suka melihatmu seperti itu.

Tepat sebulan yang lalu, kita masih tertawa, saling bercanda.  Meskipun jokes kita berbeda. Aku suka caramu bercerita banyak hal. Aku suka caramu tersenyum melihatku. Kau tau mengapa aku terkadang diam memandangimu? Because I love ur calm-face . I love ur rabbit-tooth,  I love ur curly-hair, I love ur small-hand, I love ur small-foot and I love your laugh when you look my laugh. Aku bahagia. Ya, aku sangat bahagia. Kamu selalu menjagaku, melindungiku dengan semua perlakuan romantismu. Mungkin bagi orang lain itu sangat biasa. Tapi bagiku itu sangat romantis. Kamu juga selalu bilang bahwa kamu bukan tipe yang romantis. Apakah kamu tau semua hal-hal kecil yang kau lakukan untukku itu sangat manis? Hal-hal kecil saja manis, apalagi hal-hal yang lebih dari itu. Kamu memperlakukanku seperti seorang putri. And, i just wanna say, I miss you so much. I miss the day we spent together. I miss the time when you just wanted to spent every second of ur life with me.

Akhirnya, aku sampai di tahap ini. Posisi yang sebenarnya tak pernah kubayangkan. Aku terhempas begitu jauh dan jatuh terlalu dalam. Semua karena kesalahanku. Kesalahanku yang terlampau jauh untuk menyadari kehadiranmu. Lalu, aku mencoba semampuku untuk mengejarmu. Namun kau berlari semakin cepat menjauh dariku . Aku terus mengejarmu. Mencoba sekuat tenaga mempertahankanmu. Kukira langkahku sudah benar. Aku salah, menyerah adalah jawaban yang kupilih; meskipun sebenarnya aku masih ingin memperjuangkan kamu.

Aku terpaksa berhenti karena tugasku untuk mencintaimu kini telah berganti. Hari-hariku yang tiba-tiba kosong dan berbeda ternyata cukup membawa rasa tertekan. Mungkin, ini berlebihan. Tentu saja kau pikir ini sangat berlebihan karena kamu tak ada dalam posisiku, kamu tak merasakan sesaknya jadi aku. Kamu seakan-akan lupa dengan apa yang sudah terjadi diantara kita.

Jika aku punya kemampuan membaca matamu dan mengerti isi otakmu, mungkin aku tak akan mempertahankan kamu sejauh ini. Aku masih belum mengerti. Mengapa semua berakhir sesakit ini? Aku sudah berusaha semampuku, menjunjung tinggi kamu sebisaku, tapi di mana perasaanmu? Tatapanmu dingin, sikapmu dingin. Aku terkatung-katung sendirian. Meminum asam dan garam.

Semua berlalu dan semua cerita harus punya akhir. Ini bukan akhir yang kupilih. Seandainya aku bisa memilih cerita akhir, aku hanya ingin mendekapmu, sehingga kautahu; di sini aku selalu bergetar ketika mendoakanmu. Aku selalu mendoakan kebahagiaanmu. Tak peduli apakah kau disana teringat padaku atau tidak. Kebahagiaanku disini adalah melihat kau bahagia. Meskipun bukan denganku.


People change. Memories don't. 

Entah mengapa terkadang waktu yang singkat dapat menyisakan rasa yang begitu kuat. Percayalah bahwa pertemuan kita tidak sia-sia. Aku banyak belajar darimu dan aku berharap kau juga mengambil pelajaran dari pertemuan singkat ini. I’m so sorry for my mistakes. Terima kasih untuk semua memori yang kau berikan. Aku percaya jika kita memang ditakdirkan untuk bersama akan selalu ada cara untuk kita dipertemukan kembali. Baik-baik ya :)

Just because we dont talk anymore, doesnt mean that I’ve forgotten about you. It doesnt mean that I no longer care. Truth is, I still do. I do my best to check up on you, to see how you’re doing. To see if you’re okay, but everytime i get the urge to talk to you, it suddenly hits me that, we strangers, you dont want me in ur life, hence the reason why i’m no longer a part of you. But eventhough everything’s changed, i just want you to know that, i’m still here.

0 komentar on "Hujan dan Bintang"

 

Nizza Al Husna Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea