Jumat, 25 Desember 2015

Kebencian

Diposting oleh Nizza al husna di 08.22 0 komentar
Aku tak tau perasaan apa yang datang seperti ini. 
Aku benci terhadap diriku sendiri. 
Aku benci dengan diriku yg terlalu bodoh seperti ini.
Sampai kapan pelajaran ini datang?
Hari demi hari, manusia demi manusia terus datang memberikan pelajaran. 
Trauma itu  nyaris sembuh. Lalu? Trauma yg lain menimpalinya.
Sampai kapan harus seperti ini. 
Sampai kapan hidup ini terus digerogoti oleh rasa trauma.
Dahulu trauma dengan jenis lain,  lantas sekarang jenis trauma seperti apa lagi.
Entah siapa yg harus disalahkan. 
Terkadang aku menyalahkan diri ku sendiri. 
Lalu aku pikir kau juga sangat pantas untuk disalahkan. 
Apa kabarmu lelaki yang tidak bertanggung jawab diluar sana?
Kamu yg telah menghancurkanku begitu dalam. 
Sebenarnya apa mau mu?
Datang dan pergi masuk ke dalam hidupku sesuka hatimu. 
Kau mengobati trauma, lalu kau juga yg mengoyak trauma itu lebih lebar?
Aku percaya akan ada saat dimana kau merasakan sakitnya berada di posisi ku. 
Apa kau tak ingat kata-kata yang kau keluarkan ketika bersamaku saat itu?
Oh, aku paham .
Ternyata kau  mengalami amnesia sekarang. 
Semoga kau cepat pulih dari sakit mu itu.

Be careful how you treat people. What you do to others has a funny way of coming back on you.

Remember, karma will come back to you .


 Selamat menunggu :)

Selasa, 22 Desember 2015

Hujan dan Bintang

Diposting oleh Nizza al husna di 07.58 0 komentar

Seperti biasa, malam ini  aku termenung di kamar ku sambil memandangi hujan dari jendela. Kebiasaan ini sudah berlangsung  setiap malam sejak sepuluh hari yang lalu. Belakangan ini memang musim hujan. Tidak ada kehangatan disini. Pikiranku kosong. Mungkin langit tau apa yang sedang kurasakan saat ini.  Aku penikmat hujan dan kau penggemar para bintang. Seharusnya dulu aku sadar bahwa hujan dan bintang takkan mungkin hadir bersamaan.

Derasnya hujan berubah menjadi rintik-rintik. Dalam dinginnya malam seperti ini, aku berharap kau disana baik-baik saja. Tetap memakai jaket anti hujan mu yang katamu sangat ampuh melindungimu dari air hujan. Apa kamu ingat sebulan yang lalu? Saat kamu kebasahan walau tetap menggunakan jaket pelindungmu itu.  Kamu kedinginan menggigil. Aku berusaha mencoba menghangatkanmu. Aku tak mau kau kedinginan sehingga menghambat perjalanan kita. Tapi kau menunjukkan kalau kau begitu kuat menahan dingin. Aku sangat suka melihatmu seperti itu.

Tepat sebulan yang lalu, kita masih tertawa, saling bercanda.  Meskipun jokes kita berbeda. Aku suka caramu bercerita banyak hal. Aku suka caramu tersenyum melihatku. Kau tau mengapa aku terkadang diam memandangimu? Because I love ur calm-face . I love ur rabbit-tooth,  I love ur curly-hair, I love ur small-hand, I love ur small-foot and I love your laugh when you look my laugh. Aku bahagia. Ya, aku sangat bahagia. Kamu selalu menjagaku, melindungiku dengan semua perlakuan romantismu. Mungkin bagi orang lain itu sangat biasa. Tapi bagiku itu sangat romantis. Kamu juga selalu bilang bahwa kamu bukan tipe yang romantis. Apakah kamu tau semua hal-hal kecil yang kau lakukan untukku itu sangat manis? Hal-hal kecil saja manis, apalagi hal-hal yang lebih dari itu. Kamu memperlakukanku seperti seorang putri. And, i just wanna say, I miss you so much. I miss the day we spent together. I miss the time when you just wanted to spent every second of ur life with me.

Akhirnya, aku sampai di tahap ini. Posisi yang sebenarnya tak pernah kubayangkan. Aku terhempas begitu jauh dan jatuh terlalu dalam. Semua karena kesalahanku. Kesalahanku yang terlampau jauh untuk menyadari kehadiranmu. Lalu, aku mencoba semampuku untuk mengejarmu. Namun kau berlari semakin cepat menjauh dariku . Aku terus mengejarmu. Mencoba sekuat tenaga mempertahankanmu. Kukira langkahku sudah benar. Aku salah, menyerah adalah jawaban yang kupilih; meskipun sebenarnya aku masih ingin memperjuangkan kamu.

Aku terpaksa berhenti karena tugasku untuk mencintaimu kini telah berganti. Hari-hariku yang tiba-tiba kosong dan berbeda ternyata cukup membawa rasa tertekan. Mungkin, ini berlebihan. Tentu saja kau pikir ini sangat berlebihan karena kamu tak ada dalam posisiku, kamu tak merasakan sesaknya jadi aku. Kamu seakan-akan lupa dengan apa yang sudah terjadi diantara kita.

Jika aku punya kemampuan membaca matamu dan mengerti isi otakmu, mungkin aku tak akan mempertahankan kamu sejauh ini. Aku masih belum mengerti. Mengapa semua berakhir sesakit ini? Aku sudah berusaha semampuku, menjunjung tinggi kamu sebisaku, tapi di mana perasaanmu? Tatapanmu dingin, sikapmu dingin. Aku terkatung-katung sendirian. Meminum asam dan garam.

Semua berlalu dan semua cerita harus punya akhir. Ini bukan akhir yang kupilih. Seandainya aku bisa memilih cerita akhir, aku hanya ingin mendekapmu, sehingga kautahu; di sini aku selalu bergetar ketika mendoakanmu. Aku selalu mendoakan kebahagiaanmu. Tak peduli apakah kau disana teringat padaku atau tidak. Kebahagiaanku disini adalah melihat kau bahagia. Meskipun bukan denganku.


People change. Memories don't. 

Entah mengapa terkadang waktu yang singkat dapat menyisakan rasa yang begitu kuat. Percayalah bahwa pertemuan kita tidak sia-sia. Aku banyak belajar darimu dan aku berharap kau juga mengambil pelajaran dari pertemuan singkat ini. I’m so sorry for my mistakes. Terima kasih untuk semua memori yang kau berikan. Aku percaya jika kita memang ditakdirkan untuk bersama akan selalu ada cara untuk kita dipertemukan kembali. Baik-baik ya :)

Just because we dont talk anymore, doesnt mean that I’ve forgotten about you. It doesnt mean that I no longer care. Truth is, I still do. I do my best to check up on you, to see how you’re doing. To see if you’re okay, but everytime i get the urge to talk to you, it suddenly hits me that, we strangers, you dont want me in ur life, hence the reason why i’m no longer a part of you. But eventhough everything’s changed, i just want you to know that, i’m still here.

Sabtu, 05 Desember 2015

Selamat merayakan ketidakmungkinan di antara kita

Diposting oleh Nizza al husna di 06.18 0 komentar
kali ini sudah gelas kedua aku meneguk kopi hitamku 




Aku tidak mau
kalau disuruh percaya kebetulan
karena kuyakin
mengenalmu adalah sebuah keajaiban

Tiba-tiba
Pesan singkat darimu
menjadi penting bagiku
teleponmu menjadi candu
yang menghasilkan rindu
Namun sekarang semua ini telah berubah menjadi semu
Terima kasih pernah hadir dalam hidupku
Terima kasih pernah hadir untuk memperjuangkanku

Mungkin selama ini kau belum tahu
Usaha yang kulakukan untuk memperjuangkanmu
Lalu yang kau tahu, aku adalah orang melakukan banyak hal tanpa dasar cinta
Aku mulai kecanduan kamu
Namun kamu mengabaikanku, sehingga
Tak mengizinkan dirimu menjadi Obat penenangku.

Aku memang menyayangimu.
Tapi aku tak memaksa untuk kau bisa menyayangiku.
Aku memberimu perhatian lebih.
Tapi aku tak menuntutmu untuk memperhatikan aku juga.
Aku tau ini menyiksa. Tapi bukankah cinta diberi tanpa diminta?

Seandainya kamu tau
Melepaskan yang hampir tergenggam bukanlah hal yg mudah.
Semesta mengizinkan kita untuk saling melepaskan.
Bukan saling menggenggam.
Kita sedang dibentuk jadi lebih kuat karena keadaan. Berjanji untuk saling mendoakan ya ?


Oh ya, aku masih punya satu keinginan khusus yang tersisa diantara ribuan keinginan yang ada pada list wacana kita. Keinginanku sederhana, bisa memelukmu begitu erat, di bawah langit Malang, bisa naik bianglala di alun-alun sembari menikmati indahnya lampu-lampu Malang.
Tentunya masih dengan sosokmu yang dulu.
Senyum mu yang khas dengan gigi ala-ala kelincimu.
Dan ketika kita berjalan, tanganku tak luput dari genggaman erat tanganmu.




Selamat merayakan ketidakmungkinan di antara kita.

Jumat, 25 Desember 2015

Kebencian

Diposting oleh Nizza al husna di 08.22 0 komentar
Aku tak tau perasaan apa yang datang seperti ini. 
Aku benci terhadap diriku sendiri. 
Aku benci dengan diriku yg terlalu bodoh seperti ini.
Sampai kapan pelajaran ini datang?
Hari demi hari, manusia demi manusia terus datang memberikan pelajaran. 
Trauma itu  nyaris sembuh. Lalu? Trauma yg lain menimpalinya.
Sampai kapan harus seperti ini. 
Sampai kapan hidup ini terus digerogoti oleh rasa trauma.
Dahulu trauma dengan jenis lain,  lantas sekarang jenis trauma seperti apa lagi.
Entah siapa yg harus disalahkan. 
Terkadang aku menyalahkan diri ku sendiri. 
Lalu aku pikir kau juga sangat pantas untuk disalahkan. 
Apa kabarmu lelaki yang tidak bertanggung jawab diluar sana?
Kamu yg telah menghancurkanku begitu dalam. 
Sebenarnya apa mau mu?
Datang dan pergi masuk ke dalam hidupku sesuka hatimu. 
Kau mengobati trauma, lalu kau juga yg mengoyak trauma itu lebih lebar?
Aku percaya akan ada saat dimana kau merasakan sakitnya berada di posisi ku. 
Apa kau tak ingat kata-kata yang kau keluarkan ketika bersamaku saat itu?
Oh, aku paham .
Ternyata kau  mengalami amnesia sekarang. 
Semoga kau cepat pulih dari sakit mu itu.

Be careful how you treat people. What you do to others has a funny way of coming back on you.

Remember, karma will come back to you .


 Selamat menunggu :)

Selasa, 22 Desember 2015

Hujan dan Bintang

Diposting oleh Nizza al husna di 07.58 0 komentar

Seperti biasa, malam ini  aku termenung di kamar ku sambil memandangi hujan dari jendela. Kebiasaan ini sudah berlangsung  setiap malam sejak sepuluh hari yang lalu. Belakangan ini memang musim hujan. Tidak ada kehangatan disini. Pikiranku kosong. Mungkin langit tau apa yang sedang kurasakan saat ini.  Aku penikmat hujan dan kau penggemar para bintang. Seharusnya dulu aku sadar bahwa hujan dan bintang takkan mungkin hadir bersamaan.

Derasnya hujan berubah menjadi rintik-rintik. Dalam dinginnya malam seperti ini, aku berharap kau disana baik-baik saja. Tetap memakai jaket anti hujan mu yang katamu sangat ampuh melindungimu dari air hujan. Apa kamu ingat sebulan yang lalu? Saat kamu kebasahan walau tetap menggunakan jaket pelindungmu itu.  Kamu kedinginan menggigil. Aku berusaha mencoba menghangatkanmu. Aku tak mau kau kedinginan sehingga menghambat perjalanan kita. Tapi kau menunjukkan kalau kau begitu kuat menahan dingin. Aku sangat suka melihatmu seperti itu.

Tepat sebulan yang lalu, kita masih tertawa, saling bercanda.  Meskipun jokes kita berbeda. Aku suka caramu bercerita banyak hal. Aku suka caramu tersenyum melihatku. Kau tau mengapa aku terkadang diam memandangimu? Because I love ur calm-face . I love ur rabbit-tooth,  I love ur curly-hair, I love ur small-hand, I love ur small-foot and I love your laugh when you look my laugh. Aku bahagia. Ya, aku sangat bahagia. Kamu selalu menjagaku, melindungiku dengan semua perlakuan romantismu. Mungkin bagi orang lain itu sangat biasa. Tapi bagiku itu sangat romantis. Kamu juga selalu bilang bahwa kamu bukan tipe yang romantis. Apakah kamu tau semua hal-hal kecil yang kau lakukan untukku itu sangat manis? Hal-hal kecil saja manis, apalagi hal-hal yang lebih dari itu. Kamu memperlakukanku seperti seorang putri. And, i just wanna say, I miss you so much. I miss the day we spent together. I miss the time when you just wanted to spent every second of ur life with me.

Akhirnya, aku sampai di tahap ini. Posisi yang sebenarnya tak pernah kubayangkan. Aku terhempas begitu jauh dan jatuh terlalu dalam. Semua karena kesalahanku. Kesalahanku yang terlampau jauh untuk menyadari kehadiranmu. Lalu, aku mencoba semampuku untuk mengejarmu. Namun kau berlari semakin cepat menjauh dariku . Aku terus mengejarmu. Mencoba sekuat tenaga mempertahankanmu. Kukira langkahku sudah benar. Aku salah, menyerah adalah jawaban yang kupilih; meskipun sebenarnya aku masih ingin memperjuangkan kamu.

Aku terpaksa berhenti karena tugasku untuk mencintaimu kini telah berganti. Hari-hariku yang tiba-tiba kosong dan berbeda ternyata cukup membawa rasa tertekan. Mungkin, ini berlebihan. Tentu saja kau pikir ini sangat berlebihan karena kamu tak ada dalam posisiku, kamu tak merasakan sesaknya jadi aku. Kamu seakan-akan lupa dengan apa yang sudah terjadi diantara kita.

Jika aku punya kemampuan membaca matamu dan mengerti isi otakmu, mungkin aku tak akan mempertahankan kamu sejauh ini. Aku masih belum mengerti. Mengapa semua berakhir sesakit ini? Aku sudah berusaha semampuku, menjunjung tinggi kamu sebisaku, tapi di mana perasaanmu? Tatapanmu dingin, sikapmu dingin. Aku terkatung-katung sendirian. Meminum asam dan garam.

Semua berlalu dan semua cerita harus punya akhir. Ini bukan akhir yang kupilih. Seandainya aku bisa memilih cerita akhir, aku hanya ingin mendekapmu, sehingga kautahu; di sini aku selalu bergetar ketika mendoakanmu. Aku selalu mendoakan kebahagiaanmu. Tak peduli apakah kau disana teringat padaku atau tidak. Kebahagiaanku disini adalah melihat kau bahagia. Meskipun bukan denganku.


People change. Memories don't. 

Entah mengapa terkadang waktu yang singkat dapat menyisakan rasa yang begitu kuat. Percayalah bahwa pertemuan kita tidak sia-sia. Aku banyak belajar darimu dan aku berharap kau juga mengambil pelajaran dari pertemuan singkat ini. I’m so sorry for my mistakes. Terima kasih untuk semua memori yang kau berikan. Aku percaya jika kita memang ditakdirkan untuk bersama akan selalu ada cara untuk kita dipertemukan kembali. Baik-baik ya :)

Just because we dont talk anymore, doesnt mean that I’ve forgotten about you. It doesnt mean that I no longer care. Truth is, I still do. I do my best to check up on you, to see how you’re doing. To see if you’re okay, but everytime i get the urge to talk to you, it suddenly hits me that, we strangers, you dont want me in ur life, hence the reason why i’m no longer a part of you. But eventhough everything’s changed, i just want you to know that, i’m still here.

Sabtu, 05 Desember 2015

Selamat merayakan ketidakmungkinan di antara kita

Diposting oleh Nizza al husna di 06.18 0 komentar
kali ini sudah gelas kedua aku meneguk kopi hitamku 




Aku tidak mau
kalau disuruh percaya kebetulan
karena kuyakin
mengenalmu adalah sebuah keajaiban

Tiba-tiba
Pesan singkat darimu
menjadi penting bagiku
teleponmu menjadi candu
yang menghasilkan rindu
Namun sekarang semua ini telah berubah menjadi semu
Terima kasih pernah hadir dalam hidupku
Terima kasih pernah hadir untuk memperjuangkanku

Mungkin selama ini kau belum tahu
Usaha yang kulakukan untuk memperjuangkanmu
Lalu yang kau tahu, aku adalah orang melakukan banyak hal tanpa dasar cinta
Aku mulai kecanduan kamu
Namun kamu mengabaikanku, sehingga
Tak mengizinkan dirimu menjadi Obat penenangku.

Aku memang menyayangimu.
Tapi aku tak memaksa untuk kau bisa menyayangiku.
Aku memberimu perhatian lebih.
Tapi aku tak menuntutmu untuk memperhatikan aku juga.
Aku tau ini menyiksa. Tapi bukankah cinta diberi tanpa diminta?

Seandainya kamu tau
Melepaskan yang hampir tergenggam bukanlah hal yg mudah.
Semesta mengizinkan kita untuk saling melepaskan.
Bukan saling menggenggam.
Kita sedang dibentuk jadi lebih kuat karena keadaan. Berjanji untuk saling mendoakan ya ?


Oh ya, aku masih punya satu keinginan khusus yang tersisa diantara ribuan keinginan yang ada pada list wacana kita. Keinginanku sederhana, bisa memelukmu begitu erat, di bawah langit Malang, bisa naik bianglala di alun-alun sembari menikmati indahnya lampu-lampu Malang.
Tentunya masih dengan sosokmu yang dulu.
Senyum mu yang khas dengan gigi ala-ala kelincimu.
Dan ketika kita berjalan, tanganku tak luput dari genggaman erat tanganmu.




Selamat merayakan ketidakmungkinan di antara kita.
 

Nizza Al Husna Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea