Sabtu, 27 Desember 2014

Saling mencari

Diposting oleh Nizza al husna di 06.05 0 komentar
Ajari aku menggunakan pena
Akan ku tulis gemercik air, udara dingin, kabut senja, sampai daun gugur

Saling mencari..

Kisah ini adalah tentang dua orang anak manusia yang melakukan pencarian
Masing-masing melakukan perjalanan panjang, berliku penuh dengan pertanyaan
Kita tidak pernah akan tau siapa yang ternyata mencari kita sampai kita bertemu dengan orang tersebut
Kita tidak akan pernah tau siapa yang ternyata diam-diam mendoakan kita menjadi takdirnya sampai kita bertemu dengan orang tersebut
Kita semua bergerak melakukan perjalanan dengan cara kita masing-masing, 
mencari dengan cara kita masing-masing, bertemu dengan caranya masing masing
Ada yang tidak tau siapa yang sebenarnya ia cari 
Ada yang tau persis tentang siapa yang ia cari 
Ada yang menempuh jalan terang benderang, ada yang melewati kegelapan
Kita semua digerakkan oleh keadaan, digerakkan oleh usia yang beranjak naik, digerakkan oleh kehidupan yang terus berganti, meski kita ingin berhenti, 
Alam membuat langkah kaki kita tidak bisa berhenti lama, Hanya sebentar, Sejenak.
Kita mungkin mengeluh mengapa tak kunjung bertemu hingga terasa semua daya telah digunakan
Semua cara telah dipakai
Semua jalan telah ditempuh
Rasanya berputar-putar pada satu pertanyaan yang sama
Siapa yang kita cari?
Kita akan terus mencari
Saling mencari
dan pada akhirnya kita akan bertemu dan tersenyum
karena kita merasa sama-sama menemukan
tak ada satu pun dari kita yang berdiam diri
meski itu sebatas doa

"Bukankah doa mampu menggerakkan takdirnya?"

Suara Cerita
Kurniawangunadi
https://soundcloud.com/suaracerita/saling-mencari


Suatu hari nanti ...

Diposting oleh Nizza al husna di 05.47 0 komentar
Ajari aku menggunakan pena
Akan ku tulis gemercik air, udara dingin, kabut senja, sampai daun gugur

Suatu hari nanti...
Suatu hari akan ada seseorang yang cukup baik budinya  untuk membuat tertarik
Cukup luwes hatinya untuk tempatmu tinggal
Cukup bijaksana pikirannya untuk aku ajak bicara
Kamu tidak perlu menjadi orang lain untuk mempertahankan seseorang, tetap jadilah diri sendiri
Kamu pun tidak dan jangan menuntut orang lain menerima keadaamu bila ia memang tidak mampu menerimanya, karena yg baik belum tentu tepat
Orang baik itu banyak sekali dan hanya ada satu yang tepat
Selebihnya hanyalah ujian
Kamu tidak pernah tau siapa yg tepat sampai datang hari akad
Tetaplah jaga diri selayaknya menjaga orang yang paling berharga untukmu
Karena kamu sangat berharga untuk seseorang yang sangat berharga buatmu nantinya
Suatu hari akan ada orang yang cukup baik dan cukup luwes hatinya untuk kamu tinggali
Cukup kuat kakinya untuk jalan bersamanya
Lebih dari itu, ia mampu menerimamu yang juga serba cukup





Suara Cerita
Kurniawangunadi


Jumat, 12 Desember 2014

Sometimes you have to walk away and let karma take over

Diposting oleh Nizza al husna di 19.23 0 komentar
Holaaaaaaaaa guys !!
I’m Back.
Udah lama banget engga nulis blog. Udah lama banget engga nyentuh mini diary ini. Dan kali ini gue dateng dengan kehidupan yang baru. Welcome to my new life !!! Setelah menjalani fase yang pekat akhir-akhir ini. Setelah menelan semua kebohongan dan menikmati pahitnya pengkhianatan. Finally, mencoba bangkit kembali dari semua keterpurukan. Yaaaah namanya juga idup guys J


Trauma???
Pernah ngejalanin hubungan yang sangat menyenangkan dengan seseorang. Hingga dia pun mempercayakan masa depannya kepada orang itu. Ketika dia mencoba melakukan semuaaaaa usaha yang terbaik semampunya. Di saat dia sayang-sayangnya, ternyata dia dikhianati, dibohongi, dijelek-jelekin, diinjek-injek. Dia pun kapok untuk percaya dan sayang sama orang lagi, sehingga dia memilih untuk hidup sendiri. Ya, gue takut kehilangan lagi, itulah kenapa gue males untuk memiliki.

Biasanya sih cewek yang lebih mudah trauma. Soalnya cewek akan malas untuk PeDe lagi sama orang baru, nunjukin hal-hal yang dia sembunyiin kepada orang baru, atau kenalan lagi sama keluarga baru. Siklus itu adalah siklus yang cukup berat buat cewek, soalnya pada dasarnya mereka adalah makhluk yang pemalu, tidak seterbuka cowok. Mereka cuma mau melakukan hal-hal itu kepada orang yang bener-bener mereka percaya. Tapi ya gitu deh.. Membangun kepercayaan itu tak sesusah mempertahankan kepercayaan. Namun yang lebih berat lagi adalah mengembalikan kepercayaan. Catet !! MENGEMBALIKAN KEPERCAYAAN. Remember guys, Kesetiaan itu mahal, maka jangan harap menemukannya pada orang yang murahan ! 

Tapi, menurut gue, hidup memang seperti itu. Kita harus tahu rasanya kecewa, agar kita tahu bagaimana cara menjaga saat dipercaya. Kita tidak boleh terjebak dalam trauma. Mungkin ini klise, tapi kalo kita terjebak di masa lalu, bagaimana mungkin siap menerima masa depan yang lebih indah? Kalo kita selalu terduduk jongkok setelah dikecewakan dunia, bagaimana kita bisa mencapai jalan menuju surga? 

Orang-orang yang nggak bakal bisa membaik kehidupannya adalah mereka yang terlalu suka menjebak diri sendiri dalam indahnya nostalgia. Iya sih, kadang kita ngerasa masa lalu yang indah itu nggak terlupakan karena kita tau itu nggak bakal bisa terulang lagi di masa depan. Tapi kenapa kita nggak mengusahakan masa depan yang lebih indah lagi dari apa yang udah pernah kita dapatkan?

Harapan adalah pemicu sakit hati yang lebih besar lagi kelak saat kamu tau harapan itu nggak mungkin bisa jadi kenyataan. Yaaa, gak bisa dipungkiri kadang harapan-harapan itu selalu ada bahkan sangat besar. Sometimes, berharap doi bisa berubah, sometimes berharap doi meminta maaf dan memperbaiki semuanya. Bahkan terkadang berharap doi melakukan usaha keras untuk mengejar kita. Tapi kalo dipikir-pikir lagi untuk apa berharap yang ga pasti. Bukankah pendusta sulit untuk berubah, right? Kata orang, balikan itu kaya baca buku dua kali, kenapa tuh za? Ya gitu, ending nya SAMA AJA. Hahaha.

Banyak hal di dunia ini yang memang tak sejalan dengan harapan. Kadang sudah menyayangi dengan tulus dan ikhlas pun masih saja diberi kecewa. Kadang sudah setia pun masih saja diduakan. Hidup itu lucu, memberi kita rasa cinta tapi diselingin dengan banyak kekecewaan. Tak semua tulus berjalan mulus, terkadang tulus itulah yang membuat kita lulus dengan banyaknya cobaan. Kelak suatu saat yang mengecewakanmu akan tersadar bahwa pengganti yang baik, tak akan bisa menggantikan yang tulus.

hmmm guys, maybe hidup itu terlalu singkat untuk menangisi masa lalu yang indah dan nggak bisa terulang. Lebih baik kita bangkit dan menciptakan "masa lalu yang indah" lagi untuk dikenang di masa depan. Daripada cuma terdiam sampe kamu nyadar kamu nggak ngelakuin apa-apa dan nggak punya apa-apa kelak. Sometimes you have to walk away and let karma take over :) 

Berhenti berharap kepada orang yang nggak bisa diharapkan. Jangan pula berharap dia akan balas budi atas segala yang udah kita lakukan. Kalo kita ngerasa udah banyak ngasih kebaikan, nggak usah berharap segera dapet balasan. Percayain aja sama Tuhan. Yakinlah kebaikan yang kita lakuin selama ini mungkin suatu saat nanti akan dibales dengan cara yang berbeda.. Yaaa yang penting kan kita udah baik, masalah dia mau bales kebaikan atau kejahatan itu urusan dia sama Tuhan kan?? Selama kita masih percaya semua ada yang ngatur, kita nggak bakal ngambil keputusan hidup dengan cara yang ngawur.

Just remember,You've got nothing to lose, kalo apa yang kamu lakuin itu emang tulus”
J

Sedalam apapun perasaan dulu dalam berhubungan asmara, kalo akhirnya berakhir juga, bukan jodoh namanya. Yang sempurna di matamu, belum tentu yang terbaik di mata Tuhan kan? Kalo udah gitu, yang bisa kita lakuin cuma belajar aja. Ambil apa yang bisa jadi bekal kita buat hubungan kita kelak. Dan ingat, yang terbaik itu ada, kita hanya perlu bersabar sebentar, karena waktu menuju ke sana sengaja disiapkan Tuhan agar kita mampu belajar.

Kalo kita mau lebih peka, sebenernya sejahat apapun mantan, pastinya dia meninggalkan pelajaran. Bisa disimpulkan,

"Mantan-mantan itu adalah anak tangga menuju puncak jodoh paling sempurna".
 Jadi, injeklah mantan-mantanmu itu sampe kamu dapet jodoh terbaik bagimu. :')



Percayalah, Gue Gak Bakal Mati Cuma Karena Lo Tinggal pergi :D 

Sabtu, 10 Mei 2014

Mungkin Aku Menyerah

Diposting oleh Nizza al husna di 08.20 1 komentar

Rasanya semua terjadi begitu cepat, kita berkenalan lalu tiba-tiba bersama merasakan hal yang indah. Entahlah, perasaan ini bertumbuh melebihi batas yang kutahu. Sekarang yang terjadiadalah sikapmu tak lagi sama seperti dulu. Perhatianmu tak sedalam perhatianku. Terlalu banyak janji yang kamu ucapkan dari mulut manismu, hingga aku lupa menghitung mana saja yang belum kamu tepati.  Begitu sering kamu menyakiti, tapi kumaafkan berkali-kali.

Lihatlah aku yang setiap hari hanya terdiam, memendam semua kekesalan yang kamu perbuat. Pandanglah aku yang menyayangimu dengan tulus, namun dengan mudah kau menyatakan bahwa aku mempermainkanmu. Dimana letak hatimu?!  Sadarkah setiap perkataanmu selalu lukai hatiku? Apakah aku tak pantas mendapatkan kebahagian darimu? Terlalu banyak pertanyaan. Aku muak.

Entahlah, tak ada yang membuat kesalahan. Tapi aku merasa ada sesuatu yang salah diantara kita. Kamu dengan egomu, dan aku dengan kebodohanku. Ya, selalu begitu. Masih seperti dulu. Aku selalu menjadi wanita bodoh yang selalu mengikuti semua keinginanmu. Kamu selalu meminta semua keinginanmu terpenuhi, sedangkan aku? Hanya bisa mengalah, mengalah, dan mengalah. Sampai kapan aku harus bertahan? Sampai kapan aku merasakan kesakitan? Aku juga berhak mendapatkan kebahagiaan.

Di setiap perdebatan kita, kau selalu memutarbalikkan fakta. Akhirnya, masalah pun tak terselesaikan. Pembicaraan kita lari kesana-kemari. Tidak ada titik temu. Kau selalu mempertahankan pendapatmu, membentakku, dan mengucapkan bahasa-bahasa kotormu. Dan aku? Hanya bisa menangis. Bodoh sekali bukan? Perlakuan seperti apa lagi yang kamu mau? Belum cukupkah pengorbanan dan perjuanganku selama ini mempertahankanmu? Harus sedalam apalgi aku berjuang untukmu? Apakah hanya aku yang harus terus berjuang sedangkan kau tidak?

Ingatkah selama ini aku selalu memperjuangkan “kita”. Setiap hari aku hanya ingin membuatmu tertawa. Melakukan hal-hal yang tidak biasa kita lakukan agar kamu tidak jenuh padaku seperti memberimu kejutan di hari spesial kita dan perhatian-perhatian kecil lainnya. Semua kulakukan agar kamu selalu nyaman berada disampingku. Mencoba menjadi gadis penurut yang kau sukai. Mencoba mengikuti semua keinginanmu. SEMUA. Pernahkah kita membicarakan ini, tentu saja pernah, tapi kamu tak mengerti karena hanya kamu yang ingin dimengerti dan aku tidak.

Perbedaan. Itulah yang terjadi. Kamu bersikukuh dengan pemikiranmu. Keegoisanmu benar-benar membuatku muak. Kau menuduhku untuk semua hal yang nyaris tak pernah kulakukan dan mirisnya semua hal gtersebut kau yang lakukannya. Hal bodoh apa ini? Bisakah kau bersikap dewasa. Memikirkan semuanya dengan pemikiran rasional. Bagaimana bisa kau mengatakan hal-hal yang tak pernah ku lakukan dan kau yang melakukannya? ANEH.

Aku muak dengan semua kelakuanmu. Aku jengah dengan pola pikirmu. Aku lelah dengan caramu memperlakukanku. Aku jera dengan tutur kata dan caramu membentakku. Aku menyerah pada caramu menghakimi semua kesalahanku"

Aku baru tahu ternyata kau memiliki kemampuan unik. Kemampuan yang mungkin tidak dimiliki oleh pria-pria lainnya, membuat mata wanita bengkak karena terlalu lama menangisi sesuatu yang sempat kau sebut dengan mudah dan kau lupakan dengan mudah, cinta.


Kedatanganmu begitu sempurna, kau membawa bekal yang katanya cinta, menghampiriku dengan janji-janji bisu yang terlihat akan kautepati.  Sebenarnya, aku ini kau anggap apa? Sesekali kau mengemis, sesekali kau berlaku sadis. Seringkali kau baik, seringkali kau picik. Bisakah kau berhenti menjadikanku "boneka"? Aku seperti benda mati yang bisa kau sakiti sesuka hati. Aku layaknya robot tak berperasaan yang bisa kau bodohi kapanpun kau mau.


Kali ini aku sadar, bahwa usaha "bertahan" yang kulakukan hanya kauanggap sebagai sampah. Usahaku hanya kauanggap sebagai sesuatu yang tak pantas kau hargai. Kau berubah menjadi sesuatu yang kutakuti, menjadi manusia lain yang tak pernah kuketahui. Aku sadar bahwa kau lebih mencintai duniamu daripada aku. Aku sadar bahwa kau lebih memikirkan keegoisanmu daripada kebahagiaanku. Semakin lama aku semakin yakin bahwa aku tak mampu lagi mengimbangimu. Aku tak mampu lagi menjadi sosok tegar yang mengokohkan langkah tegakmu.


Aku hanya seorang wanita yang mencoba untuk menyadarkanmu, karena mungkin kaulupa bahwa ada seseorang yang membiarkan air matanya terbujur kaku dipipinya, hanya karena dia tidak ingin melihat perubahanmu, hanya karena dia MENCINTAIMU.

Aku lelah mengikuti aturan mainmu, Tuan Egois. Aku kalah dan lelah. Aku jengah dan menyerah. Jatuh cintalah pada wanita yang mau kau atur jalan hidupnya. Yang terus mau mengikuti semua keinginanmu. Jatuh cintalah pada wanita yang mau kau jadikan boneka kesayangamu. Jatuh cintalah pada wanita tolol yang menurutmu jauh lebih konsisten daripada aku. Kau tak pernah sadar bahwa wanita-wanita seperti itulah yang suatu saat akan membuatmu mengemis perhatian 



Dari seseorang yang
kehabisan cara untuk bertahan, dan
 Sangat menyayangimu. 

Rabu, 05 Februari 2014

Terima kasih

Diposting oleh Nizza al husna di 04.02 0 komentar

Terima kasih ...
Terima kasih sudah menyajikan cinta yang begitu nyaman.
Terima kasih sudah manangkapku yang terjatuh. 
Membangunkanku lagi. 
Kemudian menjatuhkan hati. 
Dan mendaratkannya di bantalan kasih seindah dunia peri.
Terima kasih sudah menyelamatkan rasa yang hampir tenggelam, dengan hadir dalam hidupku walau penuh lebam.
Terima kasih sudah menyeka luka, sehingga senyum itu muncul lagi terlihat di air muka.
Terima kasih sudah menjadi penawar harap yang dulu mulai memudar.
Terima kasih karena membiarkan aku belajar, meski aku tak pernah merasa cukup.
Terima kasih telah memberikan rasa sakit yang akhirnya menjadi candu
Terima kasih atas waktu yang telah kau berikan walau hanya sedikit yang kurasa
Terima kasih telah menyembunyikanku dari duniamu

Terima kasih atas segala pengkhianatan yang tlah kau lakukan terhadapku

Terima kasih untuk semua kebohonganmu

Terima kasih untuk segalanya...






peracik

Sabtu, 18 Januari 2014

Aku Rindu Kamu yang Dulu

Diposting oleh Nizza al husna di 05.45 0 komentar

Rasanya aku masih belum paham pria macam apa yang dulu bisa begitu kucintai kini telah berubah menjadi manusia lain. Aku tidak pernah melihat kamu yang seperti ini. Kamu yang tak peduli, kamu yang mengucapkan janji setengah hati, kamu yang tak pernah mau jelaskan dan menjawab pertanyaanku, dan kamu yang kali ini tidak lagi kukenali. Aku tidak tahu siapa pria yang kali ini membalas pesan singkatku, pria yang begitu mudah berkata putus.

Kamu tahu, Sayang, aku sudah sesabar apa. Aku rela tidak menuntutmu ini itu, karena pekerjaanmu yang segunung dan tak bisa sering-sering memberi kabar untukku. Aku tidak memintamu selalu menghubungiku sepanjang waktu, berusaha tak memarahimu ketika kamu lelah dengan pekerjaanmu dan kamu melarikan semua amarahmu dengan cara menyakitiku. Aku setia jadi tempat curahan hatimu, tempat kamu membentak seluruh isi dunia, tempat kamu membenci hari-hari. Aku berusaha sekuat mungkin jadi dinding kokoh yang kauludahi, kaucoret-coret, kaukotori tanpa aku memakimu balik. Apakah kautak melihat kesabaran hati seorang perempuan dari semua sikapku yang selalu menahan diri untuk tak menangis di depanmu?

Kamu tak lihat air mataku, tak lihat juga seberapa parah lukaku selama ini. Aku tak pernah berusaha berteriak seperti kamu selalu meneriakiku, tak mau melukaimu seperti kamu selalu melukaiku. Apakah perempuan lain yang selalu membuatku harus bersabar lebih banyak lagi ada perempuan yang pantas kaudatangi? 

Kali ini, biarkan hatiku teriris sendiri. Biarkan aku yang terluka parah, biarkan aku yang  menangis diam-diam sekarang. Tapi, lihatlah nanti, Sayang. Suatu saat nanti, air mataku berubah menjadi senyum tak berkesudahan. Aku sebenarnya tahu apa yang harus kulakukan, pergi meninggalkanmu, melupakanmu, dan menganggap semua tak pernah terjadi. Namun, sekarang aku masih bersabar untuk menghadapimu, aku masih ingin memberimu kesempatan untuk yang ke beribu kali. Jika kesabaranku ini masih ingin kamu sia-siakan, mungkin jalan terbaik memang harus pergi. Karena kamu bukan lagi pria yang kukenal seperti dulu lagi, bukan pria manis yang kucintai karena ketulusan dan keramahannya.

Kamu berubah jadi pria lain, pria egois yang selalu ingin dimengerti kesibukkannya, dan membiarkan aku menunggu sabar tanpa melawan ataupun membuka suara. Aku tak tahu mengapa perjuanganku hanya kauanggap angin lalu. Apa matamu tak terbuka untuk menyadari siapa perempuan yang selama ini jatuh bangun hanya untuk mencintaimu?

Biarlah waktu yang membuatmu sadar, Sayang. Biarkan aku yang hanya kauanggap angin lalu ini pergi pelan-pelan dari hidupmu. Beri aku kesempatan untuk menghirup udara bebas dan tak lagi menangisi sikap cuekmu selama ini. 

Permintaanku tak banyak, aku hanya ingin kamu yang dulu kembali lagi ke masa kini. Entahlah.... rasanya aku sangat ingin kamu yang dulu. Kamu yang lugu, polos, dan nyatanya aku takut kehilanganmu . Aku rindu kamu yang dulu.








dwitasari edit by nizza

Jumat, 17 Januari 2014

France, Effeil Tower

Diposting oleh Nizza al husna di 22.01 0 komentar





























Sabtu, 27 Desember 2014

Saling mencari

Diposting oleh Nizza al husna di 06.05 0 komentar
Ajari aku menggunakan pena
Akan ku tulis gemercik air, udara dingin, kabut senja, sampai daun gugur

Saling mencari..

Kisah ini adalah tentang dua orang anak manusia yang melakukan pencarian
Masing-masing melakukan perjalanan panjang, berliku penuh dengan pertanyaan
Kita tidak pernah akan tau siapa yang ternyata mencari kita sampai kita bertemu dengan orang tersebut
Kita tidak akan pernah tau siapa yang ternyata diam-diam mendoakan kita menjadi takdirnya sampai kita bertemu dengan orang tersebut
Kita semua bergerak melakukan perjalanan dengan cara kita masing-masing, 
mencari dengan cara kita masing-masing, bertemu dengan caranya masing masing
Ada yang tidak tau siapa yang sebenarnya ia cari 
Ada yang tau persis tentang siapa yang ia cari 
Ada yang menempuh jalan terang benderang, ada yang melewati kegelapan
Kita semua digerakkan oleh keadaan, digerakkan oleh usia yang beranjak naik, digerakkan oleh kehidupan yang terus berganti, meski kita ingin berhenti, 
Alam membuat langkah kaki kita tidak bisa berhenti lama, Hanya sebentar, Sejenak.
Kita mungkin mengeluh mengapa tak kunjung bertemu hingga terasa semua daya telah digunakan
Semua cara telah dipakai
Semua jalan telah ditempuh
Rasanya berputar-putar pada satu pertanyaan yang sama
Siapa yang kita cari?
Kita akan terus mencari
Saling mencari
dan pada akhirnya kita akan bertemu dan tersenyum
karena kita merasa sama-sama menemukan
tak ada satu pun dari kita yang berdiam diri
meski itu sebatas doa

"Bukankah doa mampu menggerakkan takdirnya?"

Suara Cerita
Kurniawangunadi
https://soundcloud.com/suaracerita/saling-mencari


Suatu hari nanti ...

Diposting oleh Nizza al husna di 05.47 0 komentar
Ajari aku menggunakan pena
Akan ku tulis gemercik air, udara dingin, kabut senja, sampai daun gugur

Suatu hari nanti...
Suatu hari akan ada seseorang yang cukup baik budinya  untuk membuat tertarik
Cukup luwes hatinya untuk tempatmu tinggal
Cukup bijaksana pikirannya untuk aku ajak bicara
Kamu tidak perlu menjadi orang lain untuk mempertahankan seseorang, tetap jadilah diri sendiri
Kamu pun tidak dan jangan menuntut orang lain menerima keadaamu bila ia memang tidak mampu menerimanya, karena yg baik belum tentu tepat
Orang baik itu banyak sekali dan hanya ada satu yang tepat
Selebihnya hanyalah ujian
Kamu tidak pernah tau siapa yg tepat sampai datang hari akad
Tetaplah jaga diri selayaknya menjaga orang yang paling berharga untukmu
Karena kamu sangat berharga untuk seseorang yang sangat berharga buatmu nantinya
Suatu hari akan ada orang yang cukup baik dan cukup luwes hatinya untuk kamu tinggali
Cukup kuat kakinya untuk jalan bersamanya
Lebih dari itu, ia mampu menerimamu yang juga serba cukup





Suara Cerita
Kurniawangunadi


Jumat, 12 Desember 2014

Sometimes you have to walk away and let karma take over

Diposting oleh Nizza al husna di 19.23 0 komentar
Holaaaaaaaaa guys !!
I’m Back.
Udah lama banget engga nulis blog. Udah lama banget engga nyentuh mini diary ini. Dan kali ini gue dateng dengan kehidupan yang baru. Welcome to my new life !!! Setelah menjalani fase yang pekat akhir-akhir ini. Setelah menelan semua kebohongan dan menikmati pahitnya pengkhianatan. Finally, mencoba bangkit kembali dari semua keterpurukan. Yaaaah namanya juga idup guys J


Trauma???
Pernah ngejalanin hubungan yang sangat menyenangkan dengan seseorang. Hingga dia pun mempercayakan masa depannya kepada orang itu. Ketika dia mencoba melakukan semuaaaaa usaha yang terbaik semampunya. Di saat dia sayang-sayangnya, ternyata dia dikhianati, dibohongi, dijelek-jelekin, diinjek-injek. Dia pun kapok untuk percaya dan sayang sama orang lagi, sehingga dia memilih untuk hidup sendiri. Ya, gue takut kehilangan lagi, itulah kenapa gue males untuk memiliki.

Biasanya sih cewek yang lebih mudah trauma. Soalnya cewek akan malas untuk PeDe lagi sama orang baru, nunjukin hal-hal yang dia sembunyiin kepada orang baru, atau kenalan lagi sama keluarga baru. Siklus itu adalah siklus yang cukup berat buat cewek, soalnya pada dasarnya mereka adalah makhluk yang pemalu, tidak seterbuka cowok. Mereka cuma mau melakukan hal-hal itu kepada orang yang bener-bener mereka percaya. Tapi ya gitu deh.. Membangun kepercayaan itu tak sesusah mempertahankan kepercayaan. Namun yang lebih berat lagi adalah mengembalikan kepercayaan. Catet !! MENGEMBALIKAN KEPERCAYAAN. Remember guys, Kesetiaan itu mahal, maka jangan harap menemukannya pada orang yang murahan ! 

Tapi, menurut gue, hidup memang seperti itu. Kita harus tahu rasanya kecewa, agar kita tahu bagaimana cara menjaga saat dipercaya. Kita tidak boleh terjebak dalam trauma. Mungkin ini klise, tapi kalo kita terjebak di masa lalu, bagaimana mungkin siap menerima masa depan yang lebih indah? Kalo kita selalu terduduk jongkok setelah dikecewakan dunia, bagaimana kita bisa mencapai jalan menuju surga? 

Orang-orang yang nggak bakal bisa membaik kehidupannya adalah mereka yang terlalu suka menjebak diri sendiri dalam indahnya nostalgia. Iya sih, kadang kita ngerasa masa lalu yang indah itu nggak terlupakan karena kita tau itu nggak bakal bisa terulang lagi di masa depan. Tapi kenapa kita nggak mengusahakan masa depan yang lebih indah lagi dari apa yang udah pernah kita dapatkan?

Harapan adalah pemicu sakit hati yang lebih besar lagi kelak saat kamu tau harapan itu nggak mungkin bisa jadi kenyataan. Yaaa, gak bisa dipungkiri kadang harapan-harapan itu selalu ada bahkan sangat besar. Sometimes, berharap doi bisa berubah, sometimes berharap doi meminta maaf dan memperbaiki semuanya. Bahkan terkadang berharap doi melakukan usaha keras untuk mengejar kita. Tapi kalo dipikir-pikir lagi untuk apa berharap yang ga pasti. Bukankah pendusta sulit untuk berubah, right? Kata orang, balikan itu kaya baca buku dua kali, kenapa tuh za? Ya gitu, ending nya SAMA AJA. Hahaha.

Banyak hal di dunia ini yang memang tak sejalan dengan harapan. Kadang sudah menyayangi dengan tulus dan ikhlas pun masih saja diberi kecewa. Kadang sudah setia pun masih saja diduakan. Hidup itu lucu, memberi kita rasa cinta tapi diselingin dengan banyak kekecewaan. Tak semua tulus berjalan mulus, terkadang tulus itulah yang membuat kita lulus dengan banyaknya cobaan. Kelak suatu saat yang mengecewakanmu akan tersadar bahwa pengganti yang baik, tak akan bisa menggantikan yang tulus.

hmmm guys, maybe hidup itu terlalu singkat untuk menangisi masa lalu yang indah dan nggak bisa terulang. Lebih baik kita bangkit dan menciptakan "masa lalu yang indah" lagi untuk dikenang di masa depan. Daripada cuma terdiam sampe kamu nyadar kamu nggak ngelakuin apa-apa dan nggak punya apa-apa kelak. Sometimes you have to walk away and let karma take over :) 

Berhenti berharap kepada orang yang nggak bisa diharapkan. Jangan pula berharap dia akan balas budi atas segala yang udah kita lakukan. Kalo kita ngerasa udah banyak ngasih kebaikan, nggak usah berharap segera dapet balasan. Percayain aja sama Tuhan. Yakinlah kebaikan yang kita lakuin selama ini mungkin suatu saat nanti akan dibales dengan cara yang berbeda.. Yaaa yang penting kan kita udah baik, masalah dia mau bales kebaikan atau kejahatan itu urusan dia sama Tuhan kan?? Selama kita masih percaya semua ada yang ngatur, kita nggak bakal ngambil keputusan hidup dengan cara yang ngawur.

Just remember,You've got nothing to lose, kalo apa yang kamu lakuin itu emang tulus”
J

Sedalam apapun perasaan dulu dalam berhubungan asmara, kalo akhirnya berakhir juga, bukan jodoh namanya. Yang sempurna di matamu, belum tentu yang terbaik di mata Tuhan kan? Kalo udah gitu, yang bisa kita lakuin cuma belajar aja. Ambil apa yang bisa jadi bekal kita buat hubungan kita kelak. Dan ingat, yang terbaik itu ada, kita hanya perlu bersabar sebentar, karena waktu menuju ke sana sengaja disiapkan Tuhan agar kita mampu belajar.

Kalo kita mau lebih peka, sebenernya sejahat apapun mantan, pastinya dia meninggalkan pelajaran. Bisa disimpulkan,

"Mantan-mantan itu adalah anak tangga menuju puncak jodoh paling sempurna".
 Jadi, injeklah mantan-mantanmu itu sampe kamu dapet jodoh terbaik bagimu. :')



Percayalah, Gue Gak Bakal Mati Cuma Karena Lo Tinggal pergi :D 

Sabtu, 10 Mei 2014

Mungkin Aku Menyerah

Diposting oleh Nizza al husna di 08.20 1 komentar

Rasanya semua terjadi begitu cepat, kita berkenalan lalu tiba-tiba bersama merasakan hal yang indah. Entahlah, perasaan ini bertumbuh melebihi batas yang kutahu. Sekarang yang terjadiadalah sikapmu tak lagi sama seperti dulu. Perhatianmu tak sedalam perhatianku. Terlalu banyak janji yang kamu ucapkan dari mulut manismu, hingga aku lupa menghitung mana saja yang belum kamu tepati.  Begitu sering kamu menyakiti, tapi kumaafkan berkali-kali.

Lihatlah aku yang setiap hari hanya terdiam, memendam semua kekesalan yang kamu perbuat. Pandanglah aku yang menyayangimu dengan tulus, namun dengan mudah kau menyatakan bahwa aku mempermainkanmu. Dimana letak hatimu?!  Sadarkah setiap perkataanmu selalu lukai hatiku? Apakah aku tak pantas mendapatkan kebahagian darimu? Terlalu banyak pertanyaan. Aku muak.

Entahlah, tak ada yang membuat kesalahan. Tapi aku merasa ada sesuatu yang salah diantara kita. Kamu dengan egomu, dan aku dengan kebodohanku. Ya, selalu begitu. Masih seperti dulu. Aku selalu menjadi wanita bodoh yang selalu mengikuti semua keinginanmu. Kamu selalu meminta semua keinginanmu terpenuhi, sedangkan aku? Hanya bisa mengalah, mengalah, dan mengalah. Sampai kapan aku harus bertahan? Sampai kapan aku merasakan kesakitan? Aku juga berhak mendapatkan kebahagiaan.

Di setiap perdebatan kita, kau selalu memutarbalikkan fakta. Akhirnya, masalah pun tak terselesaikan. Pembicaraan kita lari kesana-kemari. Tidak ada titik temu. Kau selalu mempertahankan pendapatmu, membentakku, dan mengucapkan bahasa-bahasa kotormu. Dan aku? Hanya bisa menangis. Bodoh sekali bukan? Perlakuan seperti apa lagi yang kamu mau? Belum cukupkah pengorbanan dan perjuanganku selama ini mempertahankanmu? Harus sedalam apalgi aku berjuang untukmu? Apakah hanya aku yang harus terus berjuang sedangkan kau tidak?

Ingatkah selama ini aku selalu memperjuangkan “kita”. Setiap hari aku hanya ingin membuatmu tertawa. Melakukan hal-hal yang tidak biasa kita lakukan agar kamu tidak jenuh padaku seperti memberimu kejutan di hari spesial kita dan perhatian-perhatian kecil lainnya. Semua kulakukan agar kamu selalu nyaman berada disampingku. Mencoba menjadi gadis penurut yang kau sukai. Mencoba mengikuti semua keinginanmu. SEMUA. Pernahkah kita membicarakan ini, tentu saja pernah, tapi kamu tak mengerti karena hanya kamu yang ingin dimengerti dan aku tidak.

Perbedaan. Itulah yang terjadi. Kamu bersikukuh dengan pemikiranmu. Keegoisanmu benar-benar membuatku muak. Kau menuduhku untuk semua hal yang nyaris tak pernah kulakukan dan mirisnya semua hal gtersebut kau yang lakukannya. Hal bodoh apa ini? Bisakah kau bersikap dewasa. Memikirkan semuanya dengan pemikiran rasional. Bagaimana bisa kau mengatakan hal-hal yang tak pernah ku lakukan dan kau yang melakukannya? ANEH.

Aku muak dengan semua kelakuanmu. Aku jengah dengan pola pikirmu. Aku lelah dengan caramu memperlakukanku. Aku jera dengan tutur kata dan caramu membentakku. Aku menyerah pada caramu menghakimi semua kesalahanku"

Aku baru tahu ternyata kau memiliki kemampuan unik. Kemampuan yang mungkin tidak dimiliki oleh pria-pria lainnya, membuat mata wanita bengkak karena terlalu lama menangisi sesuatu yang sempat kau sebut dengan mudah dan kau lupakan dengan mudah, cinta.


Kedatanganmu begitu sempurna, kau membawa bekal yang katanya cinta, menghampiriku dengan janji-janji bisu yang terlihat akan kautepati.  Sebenarnya, aku ini kau anggap apa? Sesekali kau mengemis, sesekali kau berlaku sadis. Seringkali kau baik, seringkali kau picik. Bisakah kau berhenti menjadikanku "boneka"? Aku seperti benda mati yang bisa kau sakiti sesuka hati. Aku layaknya robot tak berperasaan yang bisa kau bodohi kapanpun kau mau.


Kali ini aku sadar, bahwa usaha "bertahan" yang kulakukan hanya kauanggap sebagai sampah. Usahaku hanya kauanggap sebagai sesuatu yang tak pantas kau hargai. Kau berubah menjadi sesuatu yang kutakuti, menjadi manusia lain yang tak pernah kuketahui. Aku sadar bahwa kau lebih mencintai duniamu daripada aku. Aku sadar bahwa kau lebih memikirkan keegoisanmu daripada kebahagiaanku. Semakin lama aku semakin yakin bahwa aku tak mampu lagi mengimbangimu. Aku tak mampu lagi menjadi sosok tegar yang mengokohkan langkah tegakmu.


Aku hanya seorang wanita yang mencoba untuk menyadarkanmu, karena mungkin kaulupa bahwa ada seseorang yang membiarkan air matanya terbujur kaku dipipinya, hanya karena dia tidak ingin melihat perubahanmu, hanya karena dia MENCINTAIMU.

Aku lelah mengikuti aturan mainmu, Tuan Egois. Aku kalah dan lelah. Aku jengah dan menyerah. Jatuh cintalah pada wanita yang mau kau atur jalan hidupnya. Yang terus mau mengikuti semua keinginanmu. Jatuh cintalah pada wanita yang mau kau jadikan boneka kesayangamu. Jatuh cintalah pada wanita tolol yang menurutmu jauh lebih konsisten daripada aku. Kau tak pernah sadar bahwa wanita-wanita seperti itulah yang suatu saat akan membuatmu mengemis perhatian 



Dari seseorang yang
kehabisan cara untuk bertahan, dan
 Sangat menyayangimu. 

Rabu, 05 Februari 2014

Terima kasih

Diposting oleh Nizza al husna di 04.02 0 komentar

Terima kasih ...
Terima kasih sudah menyajikan cinta yang begitu nyaman.
Terima kasih sudah manangkapku yang terjatuh. 
Membangunkanku lagi. 
Kemudian menjatuhkan hati. 
Dan mendaratkannya di bantalan kasih seindah dunia peri.
Terima kasih sudah menyelamatkan rasa yang hampir tenggelam, dengan hadir dalam hidupku walau penuh lebam.
Terima kasih sudah menyeka luka, sehingga senyum itu muncul lagi terlihat di air muka.
Terima kasih sudah menjadi penawar harap yang dulu mulai memudar.
Terima kasih karena membiarkan aku belajar, meski aku tak pernah merasa cukup.
Terima kasih telah memberikan rasa sakit yang akhirnya menjadi candu
Terima kasih atas waktu yang telah kau berikan walau hanya sedikit yang kurasa
Terima kasih telah menyembunyikanku dari duniamu

Terima kasih atas segala pengkhianatan yang tlah kau lakukan terhadapku

Terima kasih untuk semua kebohonganmu

Terima kasih untuk segalanya...






peracik

Sabtu, 18 Januari 2014

Aku Rindu Kamu yang Dulu

Diposting oleh Nizza al husna di 05.45 0 komentar

Rasanya aku masih belum paham pria macam apa yang dulu bisa begitu kucintai kini telah berubah menjadi manusia lain. Aku tidak pernah melihat kamu yang seperti ini. Kamu yang tak peduli, kamu yang mengucapkan janji setengah hati, kamu yang tak pernah mau jelaskan dan menjawab pertanyaanku, dan kamu yang kali ini tidak lagi kukenali. Aku tidak tahu siapa pria yang kali ini membalas pesan singkatku, pria yang begitu mudah berkata putus.

Kamu tahu, Sayang, aku sudah sesabar apa. Aku rela tidak menuntutmu ini itu, karena pekerjaanmu yang segunung dan tak bisa sering-sering memberi kabar untukku. Aku tidak memintamu selalu menghubungiku sepanjang waktu, berusaha tak memarahimu ketika kamu lelah dengan pekerjaanmu dan kamu melarikan semua amarahmu dengan cara menyakitiku. Aku setia jadi tempat curahan hatimu, tempat kamu membentak seluruh isi dunia, tempat kamu membenci hari-hari. Aku berusaha sekuat mungkin jadi dinding kokoh yang kauludahi, kaucoret-coret, kaukotori tanpa aku memakimu balik. Apakah kautak melihat kesabaran hati seorang perempuan dari semua sikapku yang selalu menahan diri untuk tak menangis di depanmu?

Kamu tak lihat air mataku, tak lihat juga seberapa parah lukaku selama ini. Aku tak pernah berusaha berteriak seperti kamu selalu meneriakiku, tak mau melukaimu seperti kamu selalu melukaiku. Apakah perempuan lain yang selalu membuatku harus bersabar lebih banyak lagi ada perempuan yang pantas kaudatangi? 

Kali ini, biarkan hatiku teriris sendiri. Biarkan aku yang terluka parah, biarkan aku yang  menangis diam-diam sekarang. Tapi, lihatlah nanti, Sayang. Suatu saat nanti, air mataku berubah menjadi senyum tak berkesudahan. Aku sebenarnya tahu apa yang harus kulakukan, pergi meninggalkanmu, melupakanmu, dan menganggap semua tak pernah terjadi. Namun, sekarang aku masih bersabar untuk menghadapimu, aku masih ingin memberimu kesempatan untuk yang ke beribu kali. Jika kesabaranku ini masih ingin kamu sia-siakan, mungkin jalan terbaik memang harus pergi. Karena kamu bukan lagi pria yang kukenal seperti dulu lagi, bukan pria manis yang kucintai karena ketulusan dan keramahannya.

Kamu berubah jadi pria lain, pria egois yang selalu ingin dimengerti kesibukkannya, dan membiarkan aku menunggu sabar tanpa melawan ataupun membuka suara. Aku tak tahu mengapa perjuanganku hanya kauanggap angin lalu. Apa matamu tak terbuka untuk menyadari siapa perempuan yang selama ini jatuh bangun hanya untuk mencintaimu?

Biarlah waktu yang membuatmu sadar, Sayang. Biarkan aku yang hanya kauanggap angin lalu ini pergi pelan-pelan dari hidupmu. Beri aku kesempatan untuk menghirup udara bebas dan tak lagi menangisi sikap cuekmu selama ini. 

Permintaanku tak banyak, aku hanya ingin kamu yang dulu kembali lagi ke masa kini. Entahlah.... rasanya aku sangat ingin kamu yang dulu. Kamu yang lugu, polos, dan nyatanya aku takut kehilanganmu . Aku rindu kamu yang dulu.








dwitasari edit by nizza

Jumat, 17 Januari 2014

France, Effeil Tower

Diposting oleh Nizza al husna di 22.01 0 komentar





























 

Nizza Al Husna Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea