Holaaaaaaaaa
guys !!
I’m
Back.
Udah
lama banget engga nulis blog. Udah lama banget engga nyentuh mini diary ini. Dan
kali ini gue dateng dengan kehidupan yang baru. Welcome to my new life !!!
Setelah menjalani fase yang pekat akhir-akhir ini. Setelah menelan semua
kebohongan dan menikmati pahitnya pengkhianatan. Finally, mencoba bangkit
kembali dari semua keterpurukan. Yaaaah namanya juga idup guys J
Trauma???
Pernah
ngejalanin hubungan yang sangat menyenangkan dengan seseorang. Hingga dia pun
mempercayakan masa depannya kepada orang itu. Ketika dia mencoba melakukan
semuaaaaa usaha yang terbaik semampunya. Di saat dia sayang-sayangnya, ternyata
dia dikhianati, dibohongi, dijelek-jelekin, diinjek-injek. Dia pun kapok untuk
percaya dan sayang sama orang lagi, sehingga dia memilih untuk hidup sendiri. Ya,
gue takut kehilangan lagi, itulah kenapa gue males untuk memiliki.
Biasanya
sih cewek yang lebih mudah trauma. Soalnya cewek akan malas untuk PeDe lagi
sama orang baru, nunjukin hal-hal yang dia sembunyiin kepada orang baru, atau
kenalan lagi sama keluarga baru. Siklus itu adalah siklus yang cukup berat buat
cewek, soalnya pada dasarnya mereka adalah makhluk yang pemalu, tidak seterbuka
cowok. Mereka cuma mau melakukan hal-hal itu kepada orang yang bener-bener
mereka percaya. Tapi ya gitu deh.. Membangun kepercayaan itu tak sesusah
mempertahankan kepercayaan. Namun yang lebih berat lagi adalah mengembalikan
kepercayaan. Catet !! MENGEMBALIKAN KEPERCAYAAN. Remember guys, Kesetiaan itu mahal, maka jangan harap menemukannya pada orang yang murahan !
Tapi,
menurut gue, hidup memang seperti itu. Kita harus tahu rasanya kecewa, agar
kita tahu bagaimana cara menjaga saat dipercaya. Kita tidak boleh terjebak
dalam trauma. Mungkin ini klise, tapi kalo kita terjebak di masa lalu,
bagaimana mungkin siap menerima masa depan yang lebih indah? Kalo kita selalu
terduduk jongkok setelah dikecewakan dunia, bagaimana kita bisa mencapai jalan
menuju surga?
Orang-orang
yang nggak bakal bisa membaik kehidupannya adalah mereka yang terlalu suka
menjebak diri sendiri dalam indahnya nostalgia. Iya sih, kadang kita ngerasa
masa lalu yang indah itu nggak terlupakan karena kita tau itu nggak bakal bisa
terulang lagi di masa depan. Tapi kenapa kita nggak mengusahakan masa depan
yang lebih indah lagi dari apa yang udah pernah kita dapatkan?
Harapan
adalah pemicu sakit hati yang lebih besar lagi kelak saat kamu tau harapan itu
nggak mungkin bisa jadi kenyataan. Yaaa, gak bisa dipungkiri kadang
harapan-harapan itu selalu ada bahkan sangat besar. Sometimes, berharap doi
bisa berubah, sometimes berharap doi meminta maaf dan memperbaiki semuanya.
Bahkan terkadang berharap doi melakukan usaha keras untuk mengejar kita. Tapi
kalo dipikir-pikir lagi untuk apa berharap yang ga pasti. Bukankah pendusta
sulit untuk berubah, right? Kata orang, balikan itu kaya baca buku dua kali,
kenapa tuh za? Ya gitu, ending nya SAMA AJA. Hahaha.
Banyak hal di dunia ini yang memang tak sejalan dengan harapan. Kadang sudah menyayangi dengan tulus dan ikhlas pun masih saja diberi kecewa. Kadang sudah setia pun masih saja diduakan. Hidup itu lucu, memberi kita rasa cinta tapi diselingin dengan banyak kekecewaan. Tak semua tulus berjalan mulus, terkadang tulus itulah yang membuat kita lulus dengan banyaknya cobaan. Kelak suatu saat yang mengecewakanmu akan tersadar bahwa pengganti yang baik, tak akan bisa menggantikan yang tulus.
hmmm guys, maybe hidup itu terlalu singkat
untuk menangisi masa lalu yang indah dan nggak bisa terulang. Lebih baik kita
bangkit dan menciptakan "masa lalu yang indah" lagi untuk dikenang di
masa depan. Daripada cuma terdiam sampe kamu nyadar kamu nggak ngelakuin
apa-apa dan nggak punya apa-apa kelak. Sometimes you have to walk away and let karma take over :)
Berhenti
berharap kepada orang yang nggak bisa diharapkan. Jangan pula berharap dia akan
balas budi atas segala yang udah kita lakukan. Kalo kita ngerasa udah banyak
ngasih kebaikan, nggak usah berharap segera dapet balasan. Percayain aja sama
Tuhan. Yakinlah kebaikan yang kita lakuin selama ini mungkin suatu saat nanti akan
dibales dengan cara yang berbeda.. Yaaa yang penting kan kita udah baik,
masalah dia mau bales kebaikan atau kejahatan itu urusan dia sama Tuhan kan?? Selama
kita masih percaya semua ada yang ngatur, kita nggak bakal ngambil keputusan
hidup dengan cara yang ngawur.
Just remember, “You've got nothing to lose, kalo apa yang kamu lakuin itu
emang tulus” J
Sedalam
apapun perasaan dulu dalam berhubungan asmara, kalo akhirnya berakhir juga,
bukan jodoh namanya. Yang sempurna di matamu, belum tentu yang terbaik di mata
Tuhan kan? Kalo udah gitu, yang bisa kita lakuin cuma belajar aja. Ambil apa
yang bisa jadi bekal kita buat hubungan kita kelak. Dan ingat, yang terbaik itu ada, kita hanya perlu bersabar sebentar, karena waktu menuju ke sana sengaja disiapkan Tuhan agar kita mampu belajar.
Kalo kita mau lebih peka,
sebenernya sejahat apapun mantan, pastinya dia meninggalkan pelajaran. Bisa
disimpulkan,
"Mantan-mantan
itu adalah anak tangga menuju puncak jodoh paling sempurna".
Jadi,
injeklah mantan-mantanmu itu sampe kamu dapet jodoh terbaik bagimu. :')
Percayalah, Gue Gak Bakal Mati Cuma
Karena Lo Tinggal pergi :D