Hey, Tuan Egois !!!
"Aku
muak dengan semua kelakuanmu. Aku jengah dengan pola pikirmu. Aku lelah dengan
caramu memperlakukanku. Aku jera dengan tutur kata dan caramu membentakku. Aku
menyerah pada caramu menghakimi semua kesalahanku".
Kau
pikir kau pengendali hidupku? Kau pikir kau pemilik jalan hidupku? Hingga
begitu mudahnya kau mengatur pola pikirku, hingga begitu saja kau ubah
keputusanku. Hey, Tuan Egois! Kau selalu menjadikanku kelinci percobaanmu, kau
ubah diriku seperti yang kau mau, karena kau hanya mencintai perubahanku bukan
aku yang apa adanya!
Kau sudutkan aku dalam dimensi penuh aturan mainmu, dimana kamulah yang jadi
pemeran utama, dimana kamulah yang jadi aktor utama. Sementara aku hanya
pemeran pembantu, yang tak kau biarkan untuk berkembang, yang selalu kau atur
sesuai keinginanmu. Hey, Tuan Egois! Aku bukan binatang peliharaanmu, yang
tetap setia tanpa alasan yang tak jelas!
Apakah aku mainan kesayanganmu? Hingga selalu kau salahkan aku ketika aku
kadang mengecewakanmu. Hingga kau sudutkan aku ketika aku tak mampu menjadi
seperti yang kau mau? Apakah aku boneka terindah milikmu? Yang bisa kau
gerakkan seenak jidatmu, yang bisa kau mainkan sesuka hatimu. Kau pikir hatiku
terbuat dari baja? Kau pikir otakku terbuat dari besi? Hingga kau memercayai
bahwa aku tak mampu merasakan sakit sama sekali!
Kau selalu membandingkan aku pada semua wanita yang mengelilingi kamu. Hey,
Tuan Egois! Kenapa kau tak memilih mereka saja sebagai boneka barumu? Kenapa
kau tak memilih mereka yang lebih konsisten daripada aku yang selalu kau anggap
salah dimatamu? Dimana otakmu, Tuan Egois? Otak yang selalu kau agungkan ketika
aku selalu kau salahkan!
Siapakah aku dimatamu? Apakah aku hanyalah seonggok sampah yang tak terlihat di
pelupuk matamu? Apakah aku hanya benalu yang menghalangi pertumbuhanmu? Apakah
aku hanya batu sandungan yang menjungkalkan langkahmu? Kapan kau menganggapku
sebagai anjing setia yang mencintaimu walau dalam keadaan terburukmu sekalipun?
Kapan kau menghargai usahaku? Kapan kau menatap mataku dalam-dalam dan berkata
“Aku mencintaimu begitu juga kekuranganmu”? Tapi, ternyata aku bukan
siapa-siapa dimatamu, aku tak pernah ada saat kau melihat dunia. Aku selalu kau
lupakan. Aku hanyalah sepi yang merindukan suasana hangat tapi kehangatan itu
tak kudapatkan darimu.
Aku lelah mengikuti aturan mainmu, Tuan Egois. Aku kalah dan lelah. Aku jengah
dan menyerah. Jatuh cintalah pada wanita yang mau kau atur jalan hidupnya.
Jatuh cintalah pada wanita yang mau kau jadikan boneka kesayangamu. Jatuh
cintalah pada wanita tolol yang menurutmu jauh lebih konsisten daripada aku.
Kau tak pernah sadar bahwa wanita-wanita seperti itulah yang suatu saat akan
membuatmu mengemis perhatian
.
with love :)
Nizza
dwitasari


0 komentar:
Posting Komentar